KOMUNITAS KRISTEN DI TANAH SUCI

Tanah Suci dilimpahi dengan penggambaran sejarah suci dan peristiwa penting seperti yang dijelaskan di dalam Kitab Suci. Banyak tempat telah dikuduskan melalui ingatan religius berserajah dan kemudian monumen peringatan untuk memuliakan kebesaran Tuhan kita Yesus, di luar peristiwa, karakter, dan situs suci yang dimiliki semua orang Kristen.

Komunitas Kristen lokal telah melestarikan nilai situs paling suci dalam iman dan mempertahankan identitas dan tradisi Kristen di tanah tuan kami ini selama lebih dari 2000 tahun. Banyaknya denominasi Kristen di sini menjadikan Gereja Yerusalem sebagai museum antropologi-teologi-liturgi, dan keragaman ini mengubah Tanah Suci menjadi komposisi yang sangat mengesankan dari berbagai jenis pengalaman religius.

Umat ​​Kristen lokal di Tanah Suci termasuk dalam gereja-gereja di bawah ini:

  • Gereja Katolik

  • Gereja Katolik Timur

  • Gereja Ortodoks Timur

  • Gereja Ortodoks Oriental

  • Ortodoks Armenia

  • Koptik – Ortodoks

  • Ortodoks Siria

  • Gereja Protestan

 

Selama beberapa dekade terakhir, komunitas Kristen lokal menghadapi gerakan emigrasi akibat situasi politik dan fanatik di wilayah tersebut. Banyak keluarga telah memutuskan untuk pindah demi masa depan yang lebih baik. Demi memberikan sudut pandang yang lebih jelas, kami mengacu pada sensus yang dilakukan oleh otoritas mandat Inggris pada tanggal 23 Oktober 1922, ada sekitar 73.000 orang Kristen tinggal di tanah itu, yang terdiri dari 9% dari total populasi. Sekarang, menurut statistik terakhir pada malam Natal 2019, sekitar 177.000 orang Kristen tinggal di Tanah Suci, dan saat ini kami berjumlah kurang dari 2% dari total populasi. 77,5% orang Kristen di sini berasal dari penduduk asli tanah yang dikenal sebagai batu penjuru Kristen, sebagian besar di Yerusalem, Betlehem, Nazareth, dan desa-desa sekitar kota, sedangkan 23,5% sisanya adalah orang asing yang datang untuk tinggal di tanah tersebut. baik untuk belajar atau bekerja.

Saudara-saudara di dalam Kristus, saat ini kita adalah minoritas di tanah kita. Karena itu kami meminta Anda masing-masing untuk menjaga tanah tuan kami di hati dan pikiran dengan menerima undangan untuk mengambil peran penting dalam menjaga identitas dan kehadiran Kristiani di sini. Dengan menjaga hubungan interaktif dengan komunitas Kristen lokal dan mendukung kegiatan kami, Anda mempertahankan kehadiran kami, yang tanpanya gereja di Tanah Suci tidak akan pernah sama lagi. Kami tanyakan kembali: jika akarnya hilang, bagaimana cabangnya terus tumbuh?

WhatsApp Image 2020-09-05 at 15.01.57.jp